Pada mulanya pembaca lalu perjalanan menulis dari media ke media. Sementara ini baru koran Solopos, Joglosemar, Koran Madura, Kabar Madura, Koran Jakarta, Tribun Jateng, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Haluan Padang, Lampung Post, Pikiran Rakyat, Jawa Pos, Kompas, majalah Utusan, Basis, dan situs Detik yang sudi memuat esai maupun resensi Han. Selain itu, esai-esai Han juga turut dimuat dalam beberapa buku bunga rampai.
Pada 2016, Han sempat menerbitkan buku kumpulan esai berjudul Kampus Saja. Empat tahun kemudian, ia terlibat sebagai peneliti dalam penyusunan buku Dua Dekade Musik Indonesia 1998-2018 (Kelik M Nugroho, 2020) yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Sejak 2017, Han juga melakukan kerja-kerja penyuntingan, dari buku Jassin yang Kemarin (2017), hingga trilogi buku Temu Aksara (2025) yang berjudul (1) Muara: Pertemuan dan Pergolakan; (2) Mengarungi Sagara, Menjaring Makna; (3) Membasuh Aksara, Mengeja Samudra.
Belum lama ini, Han yang merupakan mantan reporter olahraga itu menjajaki kerja kuratorial bersama Nai Rinaket dan Setyaningsih untuk Pameran Arsip dan Ilustrasi “Petak Umpet Sastra Anak” di Bentara Budaya Yogyakarta (2025). Saat ini Han sedang mempersiapkan pameran tentang Aman Datuk Madjoindo dan Dwianto Setyawan.
Han graduated with a degree in Indonesian Literature in 2019. Since 2014, his writings (essays and reviews) have appeared in the newspapers column included Solopos, Joglosemar, Koran Madura, Kabar Madura, Koran Jakarta, Tribun Jateng, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Haluan Padang, Lampung Post, Pikiran Rakyat, Jawa Pos, Kompas, Utusan magazine, Basis, and the Detik website. Han's essays have also appeared in several anthologies.
In 2016, Han published a collection of essays titled Kampus Saja (Campus Only). Four years later, he was involved as a researcher in the compilation of the book Dua Dekade Musik Indonesia 1998-2018 (Two Decades of Indonesian Music 1998-2018) (Kelik M Nugroho, 2020), published by Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Since 2017, Han has also worked on editing, from the book Jassin yang Kemarin (2017) to the trilogy "Temu Aksara" (2025) entitled (1) Muara: Pertemuan dan Pergolakan; (2) Mengarungi Sagara, Menjaring Makna; (3) Membasuh Aksara, Mengeja Samudra.
Recently, Han, a former sports reporter, explored curatorial work with Nai Rinaket and Setyaningsih for the Archives and Illustration Exhibition "Petak Umpet Sastra Anak" (Children's Literature Hide and Seek) at Bentara Budaya Yogyakarta (2025). Han is currently preparing an exhibition about Aman Datuk Madjoindo and Dwianto Setyawan.